Sunday, 4 March 2012

dari macetnya taman safari sampai kejar-kejaran di kebun raya bogor


Hari terakhir di Jakarta rencananya akan saya habiskan di Bogor. Berhubung ini hari minggu rasanya memungkinkan menggunakan kendaraan pribadi menuju Bogor. Pagi itu, rencananya kami akan dihantarkan dengan mobil sampai terminal, tapi melihat jalanan yang cukup sepi rasanya nanggung dan ujung ujungnya kami diantar sampai pertigaan jagorawi bogor. Dari sini disambung angkot naik ke arah ciawi, di perempatan ciawi nyambung angkot lagi ke arah taman safari. Saat itu masih jam 11 pagi, kondisi lalu lintas masih masuk kategori ramai lancar dari kedua arah. Dan enaknya bogor itu adalah sangat gampang mencari angkot. untuk sampai taman safari kami harus naik angkot yang beda lagi. Saking lamanya gak jalan jalan, kami charter saja berhubung harganya hanya 2 kali harga perorang kalo itungan angkot penuh.

sapi india
Aduh..emak..mahal sekali harga tiketnya 100ribu. Kepalang basah sudah jauh jauh kesini masak samapai di depan loket, gak jadi beli seperti saat ke keong mas taman mini (cerita sebelumnya klik disini).. dan lagian disini tidak ada alternatif lain yang bisa dikerjakan. Saya menyerahkan selembar uang merah ke mbaknya dengan doa semoga semuanya nanti terbayarkan. Untuk safari zoo ini, saya sengaja berburu kursi paling depan di bus yang akan kami gunakan untuk keliling. Berwisata disini bisa menggunakan bus desain safari yang disediakan atau bisa juga pakai kendaraan pribadi. Syaratnya cuma satu “anda tidak boleh turun dari kendaraan anda”,. 

Dari samping sopir seorang pemandu wisata menjelaskan satu persatu profil satwa yang kita temui..lucunya mas mas pemandu ini selalu menceritakannya dengan sangat lucu..dan tidak jayus sama sekali. Penjelasanya tidak formal tapi berisi. Hewan-hewan disini memang didesain menempati wilayah kekuasaan tersendiri sehingga tidak terjadi konflik kehewanan. para herbivora diletakkan jauh dari area pemakan daging. Tapi yang sama dari semuanya adalah hewan disini semuanya narsistikstik dan exhibisionis serta punya mental pengemis. Ada macam macam rusa, kuda nil yang pemalas, sapi milgai india yang cantik bola matanya, kerbau preman jalanan, sampai harimau benggala yang segede gadjah. Aduh pokoknya semua hewan yang ada di animal planet (noraknya saya) ada disini. Hahaa..tapi yang paling lucu adalah ngelihat Ilama yang kawin di muka umum..maklum disana gak disediakan kamar bercinta. Petualangan di taman safari diakhiri dengan main main bersama gadjah dan berfoto dengan memangku harimau...semua orang yang ke taman safari kayaknya pasti ambil foto sambil mangku harimau ini. Ya mudah mudahan suatu saat bisa safari beneran ditempat yang beneran seperti di Tanzania kilimanjaro..paling tidak saat ini punya modal mengenal nama nama binatang.


istana bogor
Untuk kembali ke bogor kami menggunakan rute yang sama dengan 3 kali ganti angkot turun ke arah kota. Tapi jalanan bukan padat merayap lagi melainkan tidak bergerak. Diangkot bagian depan yang sangat sempit dengan pintu rusak saya harus berjejal bertiga. Sampai saya ketiduran hampir sejaman kita pun belum sampai ditujuan. Total hampir 3 jam kita dimakan macet. Benar benar merusak mood. belum cukup segitu, sampai di tugu kujang pun kami susah memilih angkot karena semua arah kota macet total. Akhirnya kami jalan kaki juga sampai dapat angkot ke arah kota. Aduh laper juga udah gak ketulungan, dan kelaparan ini hanya sempet dikompensasi dengan sebungkus toge goreng yang isi dan rasanya seperti pecel jawa biasa saja (ini makanan khas bogor lo)

Mumpung di bogor rsanya kurang pas kalo tidak berkunjung ke kebun raya bogor. Tapi itung-itungan waktu dan macet rasanya sangat mepet (Rencannya adalah nanti malam jam 19 saya harus ke stasiun untuk kembali ke jogja mengurus wisuda). Jalan kaki dilanjutkan sampai kebun raya bogor mengingat kalau ngangkot akan muter muter dulu. Tanpa basa basi langsung tancap gas, jalan cepat ke dalam kebun raya bogor. Mengingat ngingat tempat tempat yang dulu pernah dikunjungi. Dari target yang udah ada di kepala , saya cuma punya waktu setengah jam untuk keluar lagi dari kebun yang luas ini. Alhasil di dalam benar-benar lari dalam arti sebenarnya dari kuburan belanda, ke arah kolam istana bogor, ke area pandan, ke arah raflesia arnoldi, jembatan merah dan sampai di taman tempat orang orang piknik pesta kebun. Untung saja kami tidak harus keluar memutar ke arah gate masuk karena ini masih kurang dari 5 menit waktu pintu keluar ditutup.

Usaha kejar-kejaran dengan waktu menjadi sia sia sama sekali karena bis dari terminal bogor ke jakarta ngetemnya hampir sejam nunggu penuh, tol jagorawi pun macet bukan kepalang. Jalan tol yang siang tadi cuma lewat setangah jam, skarang untuk sampai diterminal kampung rambutan saja makan waktu 2 jam plus macet di busway sejam untuk sampai rumah. Tentu saja saya sudah ketinggalan kereta. Kebrangkatan ke jogja pun di tunda sampai subuh esok harinya. HUFFFF..

preman taman safari

kawin di muka umum


foto bareng kucing




Saturday, 3 March 2012

Bersepeda Keliling Indonesia


Menembus lalu lintas sabtu pagi Jakarta tidak sampai membuat dahi mengkerut kerut karena hampir semua kantor tutup pada hari ini. Waktu yang kami habiskan dijalan hanya sekitaran 1 jam saja untuk sampai di gate Taman Mini Indonesia Indah (TMII).  Mobil kami parkir di depan teater keong mas.  Maksud hati ingin pernah merasakan nonton di dalam teater ini, maka saya pun antri di barisan pengantri tiket, karena tempat antrian lumayan panjang sampai di depan loket saya baru bisa dengan jelas membaca tulisan besar harga tiket. Untuk pertunjukan biasa harganya 50ribu.  Mbak penjaga loket menanyakan berapa tiket yang akan saya beli dan dengan pelan saya menjawab, heee..hee..Gak jadi mbak!(sambil cengar cengir).  XXI aja harganya 20ribu isinya film hollywood.

Taman mini itu isinya ternyata bukan anjungan budaya daerah saja tetapi juga ada puluhan museum yang gede gede, taman taman, taman bermain, gedung gedung pertemuan, dan sarana edukatif lain. Dengan waktu terbatas ditemani sebotol air mineral yang saya beli di dalam dengan harga 2 kali harga indomaret saya berjalan ke gedung purna bakti pertiwi, gedung kesayangan pak harto yang berbentuk tumpeeng atau gunungan, megah tapi sayangnya terlalu besar jadi rasanya sudah malas mau masuk. Gerakan saving tenaga ditengah teriknya cuaca.

rumah minangkabau
Setiap orang yang ke taman mini pasti mau masuk ke dalam rumah-rumah adat kan?? Gak ada yang ke sini karena alasan mau ke museum saja.  Berhubung anjungan ada 30an lebih dan jaraknya jauh, kami memilih mengelilingi dengan sepeda tandem yang kami sewa selama 3 jam. Petualangan di mulai dari Aceh, dilanjutkan Sumatera Utara tempat kami mencoba lompat batu pulau nias yang pertma saya kenal dari uang seribuan. melihat tinggi batunya aja udah ciut nyali. tapi sayang kalu tidak mencoba. percobaan loncatan pertama sampai terakhir hasilnya gagal. disamping rumah nias ada rumah batak Toba yang sedang rame karena sedang ada reuni sebuah perkumpulan orang batak yang organ tunggalan keras keras. Pindah  ke sumatera barat untuk mencari tahu isi rumah gadang dan baju pengantin orang minang. 

Mencari rute teredekat, kami langsung ke pulaunya masyarakat dayak. kayuhan sepeda mendarat di depan kalimantan barat, rumah orang dayak itu berupa panggung yang besar besar, kalu dibayangkan bisa memuat    berpuluh-puluh anggota keluarga, disamping itu mereka juga punya semacam rumah pohon yang tinggi didalamnya ada seperti tempat raja bertahta. Bersebelahan dengan itu adalah kalimantan selatan milik masyarakat banjar, ke tempat ini hanya karena teman saya adalh keturunan banjar.

Di tempat lain kami hanya island hoping (loncat dari dayak kalteng, ke toraja ke yogyakarta, ke NTT, dan Bali. Semua punya aura tersendiri. pengalaman berharga disini adalah  nama taman mini tidak mencerminkan luasnya. meskipun demikian hanya di tempat inilah kita bisa berkeliling indonesia dengan sepeda meskipun perlu stamina prima.
rumah joglo yogyakarta
tongkonan toraja

Friday, 3 February 2012

MERINDING DI MUSEUM


Pagi itu kami langsung meluncur meninggalkan tempat tinggal kami di seputaran Tebet menuju daerah Cipayung. Kondisi lalu lintas di pagi itu diluar kebiasaan kota jakarta. Jalanan tidak sampai membuat kami  harus menahan pedal rem berkali kali. Sewaktu melintas di depan kampus UKI, mobil kami diberhentikan oleh seorang polisi bermotor dengan dakwaan pelanggaran lalu lintas karena melewati jalur busway.

Kaca mobil pun kami buka sepertiga,..tanpa basa basi dan dengan wajah yang tidak mengahadap ke kami, tangan polisi langsung masuk . Saya kira dia mau menagih STNK dan SIM, ternyata Aris malah memberikan uang 50ribu dan tanpa kalimat tambahan polisi itu pergi. Saya baru paham makna adegan barusan.

Melintasi Jakarta di pertengahan antara pagi dan siang terasa jauh lebih manusiawi.  Semua penduduknya sedang terpenjara di ruang kerja masing masing.  Perjalanan mencari monumen pancasila sakti pun menjadi menyenangkan. Tempat yang lebih dikenal dengan lubang buaya ini terletak di daerah kelurahan lubang buaya, cipayung, jaktim. Walaupun letakkannya tidak lah di tengah keramain seperti area lain di jakarta, namun penunjuk jalan yang jelas membuat kami tidak tersasar sedikitpun

Di dalam area monumen ini ada  dua fokus tempat. Di bagian kanan adalah bangunan museum yang berisi barang barang terkait G30SPKI sedangkan disebelah kiri adalah monumen pancasila sakti yang berisi patung pahlawan revolusi menjungjung garuda pancasila serta rumah rumahan dengan sumur/lubang buaya tempat pembuangan mayat para jendral.

Tidak sabar rasanya saya langsung masuk. Dengan penuh semangat  saya lari  bukan ke kedua fokus tempat itu melainkan ke toilet di belakang area museum. Perut bergejolak karena belum laporan pagi.  Saya jadi merasa bersalah, jauh jauh kesini malah memprioritaskan tolet diatas segalanya.

Di hadapan monumen pancasila sakti saya berdiri menatap betapa besarnya Burung garuda pancasila yang memayungi ketujuh pahlawan revolusi dibawahnya. Hal paling membuat merinding dan bertanya tanya adalah posisi tangan (kalo gak salah) pak jendral A.yani yang menunjuk tegas ke depan. Ntah apa pesan yang ingin diungkapkan si penggagas  ide monumen ini.

Di depan patung ini ada rumah rumahan dari bambu yang di dalamnya ada sumur/lubang buaya. Sungguh terlalu, saking artistiknya lubang i malah mirip dekorasi OVJ. Suasana mencekam  berhasil dibangun dengan background suara seram penembakan yang dilakukan oleh PKI. Didengar berulang ulang bikin serem karena teriakan teriakan sekarat yang terdengar keras..sayangnya dinodai oleh lubang buaya yang tidak natural.

lubang buaya
Namun masih jauh lebih merinding saat memasuki ruang museum. Museum memang selalu identik dengan benda benda berumur dan memiliki cerita bernilai sejarah. Satu satu ruang pamer  kami masuki. Didalam lemari lemari kaca besar tergantung  baju, sarung, dan celana berlumuran darah, tercabik senjata tajam dan tertembus peluru. Semua dilengkapi dengan ilustrasi, foto foto pasca penyiksaan, dan deskripsi.  Menggabungkan semua yang saya lihat dengan memori  film PKI yang selaluu diputar di TV setiap 30 september seharian di masa orde baru membuat jantung merinding berdegup degup. Kejam dan biadab. Tapi makin merinding makin asik, makin mengesankan. Cuma Aris sudah tak tahan ingin cepat keluar. Dia punya kenangan traumatis dengan G30SPKI saat masih balita. 

Coba ada paket tour malam, pantas untuk di coba. Kan mereka pahlawan pecinta tanah air..pasti gak akan nakut nakutin.






Sunday, 13 November 2011

ENJOY JAKARTA FROM THE ROOFTOP

Suara Ibunya Aris membangunkan saya, seperti juga hari sebelumnya. Panggilan ini menandakan jam sudah menunjuk angka setengah tujuh pagi. Waktu sarapan pagi di keluarga ini dan semua harus berpartisipasi. Sambil mengusap pinggirin bibir takut masih ada sisa material tidur, saya pun menuju kamar mandi untuk mencuci muka dahulu. Sudah hari ketiga saya homestay tetap saja masih terasa kaku harus sarapan bersama. Timer saya sarapan bukanlah rasa kenyang tapi kalo yang lain sudah terlihat akan selesai maka saya akan menaikkan speed  supaya bisa selesai lebih dahulu.  Aris, Ayah, dan ibunya sudah berangkat ke pekerjaan masing masing, saya pun tinggal sendiri dan betapa malas rasanya harus kembali ke jalanan jakarta mengingat panas dan macetnya.

Satu, dua, tiga, kakinya bergerak menuju jalan  mencari bis kota yang menuju matraman.  Jalur singkat yang saya dapatkan dari proses konsultasi dengan ayahnya aris saat sarapan.  Dari bis kota saya meloncat ke busway meluncur menuju halte salemba UI. Dari sinilah perjalanan kaki di mulai menuju taman ismail  marzuki.  sebagai navigator kali ini adalah si manis peta atlas IPS yang saya beli di yogyakarta plus bertanya sama satpam SD cikini.

modern architecture building behind TIM
APA YANG SAYA DAPATKAN di TIM, untuk pertunjukan planetarium ternyata harus datang berombongan dan  sore, bukan itu saja pertunjukan untuk hari ini tidak ada. Sungguh terlalu, kok tidak sesuai dengan yang di brosurnya.  Biar gak terlalu sia sia, saya mencari objek yang bisa dieksplor di sekitar tempat ini sambil menyusun rencana B. Di belakang TIM ada institut kesenian jakarta dan gedung pertunjukan yang arsitekturnya sangat modern. Terlihat sekali kalau gedung itu di bangun sama anak sekolahan, bukan tukang bangunan saja. Di depanya ada toko toko buku tetapi sayang saya sama sekali tidak nyambung membaca buku yang dijajakan, isinya sastra yang kata katanya di awang awang otak saya, sama sekali saya tidak paham.

jalan panjang ke monas
Krucuk krucuk...suara lambung semakin memperkeruh suasana. Berbekal filosofi “tiada logika tanpa logistik”, mau gak mau saya mampir di warung makan padang di pinggir pejalanan saya menuju halte salemba. Harga makananya cukup terjangkau. Tapi mahal untuk ukuran emperan. setealah logistik terpenuhi, logika pun hidup lagi, dan saya siap menjejalkan diri  lagi di dalam busway menju arah monas. Saya mau ke monas sendirian.mungkin asik kali ya.

from the top of monas
HIDUP ADALAH PERJALANAN kaki, turun di halte museum nasional dilanjut jalan kaki ke area monas yang hampir 1 kilometer di jam 12 siang jakarta raya. Wow. Saya pun tidak tau apa yang akan saya lakukan di monas. Tapi akhirnya inilah yang saya lakukan di monas. Membeli tiket dengan kartu mahasiswa seharga 2ribu rupiah, mengantre lift bersama rombongan ABG jakarta berisik yang sepertinya baru pertama kali ke monas. Nelpon dan smsan dpuncak monas, mencocokan  pemandangan nyata gedung gedung yang ada di depan mata dengan keterangan gambar yang ada. Mengambil foto landscape gedung jakarta dari 4 sisi dan turun lagi.

Pulang ke tempat awal, akhirnya saya sampai di salemba lagi. Berjalan menuruni jembatan penyebrangan sepanjang 50 meter mengantarkan tepat di depan gedung fakultas kedokteran UI. Poster besar bertulis kampus bebas asap rokok langsung dengan mudah bisa dilihat oleh siapa saja yang lewat. Bebas asap rokok tetapi penuh dengan asap bajaj dan bus kota.  Disinilah saya benar benar awkward, menjadi asing diantara mahasiswa mahasiswa FK UI yang terlihat sangat kekotaan sekali. Lama sekali rasanya menunggu di depan perpustakaan, tapi yang agak aneh adalah kampus ini terlihat sangat sepi menurut saya. 

Cukup lama melayang layang menjadi alien di depan perpustakaan akhirnya dua manusia yang ditungguin (apakah merasa ditunggu??) datang satu persatu. Kita langsung kembali menyetop abang bajaj dan jalan kaki ke TIM. Bener saja ternayata sore ini pun planetariumnya tidak buka. Waduh gak ada rasa belas kasihannya si Tim udah jauh jauh dari jogja dan udah dua kali dalam sehari bela belain datang eh gak buka juga, padahal harusnya jadwal buka. Tapi ya apa daya, berhubung TIM bukan punya mbah saya, ya gak bisa dipaksa juga. Akhirnya kembali berjalan kaki kembali mencari pengobat hati  menuju arah bioskop barang kali ada film bagus untuk ditonton, tapi tetep tidak mendapat yang sreg dihati. 

on the RSCM rooftop
Kegiatan pamungkas terakhir adalah tour the RSCM dan FK UI. Pertama dimulai dari naik ke rooftopnya gedung perawatan yang baru. Atap tempat larinya ko ass koass penat. Tempat untuk melihat  view jakarta dalam frame yang lebih luas, juga tempat berfoto foto. Selain itu juga ke bagian yang mendaat tempat khusus dihati saya yaitu bagian saraf dan ilmu penyakit dalam walaupun sempet tersasar ke dalam ruang forensik yang didalamnya amsih ada dokter dan koass yangs edang berkegiatan (tau lah lagi ngapain..)

Sehabis dari RSCM, mulailah ke gedung stovia, nama FK UI dulu. Gedungnya tua dan menyeramkan apalagi saya mengubeknya pas maghrib sudah lewat. Dari ubekan di gedung ini ada 2 patung utama yang saya ketemukan yaitu patung pak ciptomangunkusumo dan bapak abdurahman saleh. Memang semua tokoh awal perjuangan itu adalah mahasiswa kedokteran. Hebat toh! Mantab toh! (dulu tapi ee). Siapa yang menyangka tour ketempat kelahiran suster ngesot ini bisa membuat sangat lelah.

jadwal praktek si bebek
Waktu sudah malam, perut sudah lapar, dan mata sudah ngantuk. Indahnya kalau sudah di rumah, mandi, makan, lalu tidur. Tapi hidup tidak mudah kawan. Kami masih menunggu dengan sabar  kedatangan busway di halte. Busway malam itu sudah mulai baik pada saya dengan memberikan kursi untuk saya duduki sampai pertigaan ke arah tebet, menyambung anngot samapailah di jalan sebelum tebet untuk singgah ke bebek kaleyo spesialis yang membuka prakteknya pada pukul 11- 23.00 (bebek ini sekolah di FK mana ya dulunya??). antrean da waiting list yang berbaris bisa memebrikan jawaban tentang rasa makananya. Pasti enak. Dan memang saya akui enak dan murah untuk jakarta. Rasa tidak enak lama lama duduk karenasih banyak yang natri. Kami langsung keluar dan masih jalan kaki sejauh lebih dari 3 km untuk sampai di rumah dan beristirahat.









Thursday, 27 October 2011

BELAJAR INDONESIA DI MUSEUM NASIONAL JAKARTA


Etno indonesian on spotlite

Meja penjualan karcis terlihat sangatlah formal dengan penjaga karcis berpakain mirip petugas imigrasi bandara.  Mungkin karena ini museum negara, biar gak terkesan ecek-ecek. Harga tiket untuk local visitor sebesar  Rp 5.000 (setara 1 minuman suplemen, sebut saja Mijon). Taukah anda ??  harga tiket tahun 2007 sebesar  Rp.750 rupiah, saya ulangi, harga tiketnya tujuh ratus lima puluh rupiah (tidak ada kesalahan pada mata anda, otak anda, maupun layar komputer anda), sungguh...harga yang sangat tidak logis dan terkesan tidak serius. Pantesan museum hidup segan mati tak mau.  Kebanyakan orang punya adat kalo harga murah malah dilicehkan, kalo mahal malah diincar...apapun alasannya harga segitu emang gak logis. Ke museum memang bukan pilihan kebanyakan orang untuk mengisi suatu liburan, apalagi ke museum sendirian di kota lain pasti tidak pernah menjadi pilihan anda. Bagi yang jarang atau bahkan belum pernah ke museum bisa bergidik saat jalan di tengah remang remang museum replika patung yang ekspresinya membuat terkesan hidup.

Di ruang etnologi saya asyik sekali memandangai peta timbul yang terpampang besar didinding dengan profil etnis di tiap propinsinya. Saking autisnya memantengi aneka rencong, say agak sadar ada orang disebelah saya. Hampir saja nabrak.
Wayan  “Hello, sorry..bla.bla...where do yo come from:
Maria : i come from Finland..but recently i study in Singapore. Just finished!
Melihat penampakannya
Wayan : are you bacpacker? (menebak dari tampakannya)
Maria : yes, “ it is my southeastasian trip.

si gale-gale
Ujung2nya kami ngorol hampir satu jam di depan koleksi rencong aceh. Ternyata maria selanjutnya akan ke Jogja. Saya menyarankan dia naik kereta ekonomi kalo ingin harga murah meriah. Karena dia sehari akan lebih cepat ke jogjanya , kami pun janjian main bareng di Jogja. Serupa tapi tak sama dihadapan patung si gale-gale dari batak toba (anda bisa melihat pertunjukan atung si gale gale yang bisa bergerak gerak sambil ikut menari tor tor di pulau samosir). Tiba tiba saja terlibat obrolan dengan bapak muda yang ternayata seorang yang hobby jalan jalan hampir ke semua daerah di Indonesia.. Dia sangat bahagia katanya kalo berkunjung ke jogjaliat dari gelagat yang kayaknya masih akan bercerita panjang lebar, saya memotong pembicaraan dan pamit pergi duluan.

Ruangan etnografi ini seluas lapangan bola dengan atap tinggi ala eropa dan tanpa tiang penyangga, makin tambah terlihat luas. Satu demi satu lemari yang berjejer dari barat ke timur saya tengok dan baca satu persatu. Habisnya menarik dan so many something new and i have never seen before.  Kluster etno jawa selalu khas dengan kumpulan gamelan dan seni topengnya. Di tengah tengah etno yogyakarta ada patung kuda terbang berpenunggang wanita. Tebak siapa?? Tentu saja bukan wanita berkalung sorban yang sedang menunggang kuda tetapi, nyi roro kidul dari laut selatan yogyakarta. Penggambaran nyi roro kidul yang sangat jawanidan jarang diekspose.  

men brayut
pan brayut
Menyebrang ke etno Bali, tidak perlu di ekspos panjang lebar, budayanya sudah sangat dikenal orang bahkan melebihi dikenalnya Indonesia itu sendiri. Ingatt pertanyaan ini? “ Indonesia itu dimananya Bali??”. Sebagai orang berdarah Bali saya baru tahu nama patung lucu yang sering saya lihat di bali. Patung ibu bali digerendoti (susah nyatir bahasa Indonesianya) banyak anak di pundak, tangan, kaki, perut juga ada patung bapak bali memakai udeng (penutup kepala khas bali) yang digantungi banyak anak. Nama mereka adalah pan brayut dan men brayut (Gmana ya ngejelasinnya...lucu aja bahasanya). Brayut itu sendiri dari kata mebrayut artinya ya menggatungi (mengerendoti) rame rame melambangakan/simbol dari kesuburan. Maklum pepatah lama “banyak anak banyak rezeki.

dayak tattoo
tattoo equipment
Siapa yang tidak tahu tatto?? Apa kesan anda kalo melihat orang berwajah dingin bertatto banyak ,.pasti langsung berpikiran orang kriminal. Tidak begitu dengan suku dayak di kalimantan. Suku ini mempunyai adat bertatto (aslinya, sekarang udah jarang). tatto di buat dengan cara yang amat menyayat nyayat (emang bener kok). Kulit dilukai dengan semacam duri/logam kemudian di beri tinta dari warna tumbuhan supaya meresapnya sampai ke daging daging kayaknya. Jadi kan bisa permanen. Dari keterangannya dan hasil ekplorasi saya, tatto ini tidak dibuat sembarangan karena merupakan bagian tradisi. Motif tatto tertentu juga menyatakan status sosial dari si pengguna tatto. Tapi makna yang sama dari semua tatto tersebut adalah fungsinya. Tatto dianggap sebagai cahaya/obor yang akan menerangi jalan menuju keabadian setelah kematian, jadi semakin banyak tatto makan jalan itu akan semakin terang tentunya.

borneo fashion

beauty is painful
Yang menarik lagi dari borneo adalah pakain kayunya kulit kayu disamak dan dijadikan baju, sanagat fashionable sekali. Apalagi wanita asli dayak yang memakai anting berat di telinga sampai sampai telinganya molor, makin molor makin cantik. Kecantikan di tiap etnis berbeda. Seperti juga di daerah chiang mai-chiang rai thailand ada Suku Karen yang para wanitanya memakai semacam tabung logam dililitkan di leher supaya lehernya tumbuh panjang karena leher panjang itu cantik (bagi mereka), lain lagi di cina kuno, wanita dipakaikan sepatu besi atau bebat di kaki agar kaki tumbuh kecil, karena wanita cantik adalah wanita berkaki kecil (menurut mereka lagi). Kesimpulannya : beauty is painful.

Toraja sebagai ikon sulawesi saya highlight di museum ini. Pajangan rumah tongkonan, gambar proses pemakaman dan kerbaunya memang terkesan sangat purba. Tau kah anda harga kerbau belang untuk proses pemakaman itu satunya bisa ratusan juta?? Makanya juga semakin banyak kepala kerbau di tongkonan berarti status sosial yang tinggi. Ya iyalah, harganya aja segitu. Siapa juga yang tidak kenal batu lemo tempat pekuburan suku toraja yang di pahat di tebing batu. Gmana caranya memahat batu tebing ya?? Padahal ini sudah ada berabad abad yang lalu. Mereka percaya semakin tinggi letaknya semakin cepat kembali ke alam surga. Patung di pemakaman tebing sendiri adalah patung orang yang dikubur di dalamnya yang memakai pakaian sesuai perannya semasa hidup. Jadi setelah ini apakah jika anda berkunjung ke batu lemo berniat memesan patung diri anda???

ancestor statue
 Di ujung ruangan ada dua patung tingginya mungin 4 meteran karena hampir menyentuh langit langit museum. Patung ini bentuknya sangat mistik. Saat didekati dan dibaca keterangannya ternyata patung nenek moyang suku asmat Papua. Yang dikiri laki laki dan kanan perempuan, terlihat dari tampakan kelaminnya.  Fungsi dari patung nenek moyang sama halnya denga suku lain semisal dayak biasanya sebagai penolak bala, kesuburan, penyembuh, dan semacamnya. Makanya biasa diletakkan di pintu masuk desa atau depan rumah. Hmmm..di area ini juga banyak underwear asli Papua dipajang, Koteka. Dari segala macam ukuran (herannya gede gede lo..) dan bentuk. Kalau Armani atau Christian Dior dari Papua, pasti dia akan membuat koteka ini menjandi trend fashion dunia. Pertanyaannya?? kapan saya bisa ke Papua ya??

Di belakang ruangan etno masih ada ruangan rumah adat semua suku di Indonesia. Bukan gambar tapi benar benar rumah, baik ukuran biasa atau seukuran rumah-rumahan . Asli lo! Pindah dari sini ada ruangan yang lebih terang dan lebih banyak tulisan. Ruangan ini berisi pembahasan dan artifak dari lima agama di Indonesia. Hindu, Buddha, Islam, dan Christian. Dari semua tempat dan sumber yang memajang pembahasan mengenai Hindu, baru di museum nasional ini yang berisi penjelasan yang sesuai menurut saya. Bandingkan dengan di tempat tempat lain, buku sejarah, bahkan di televisi nasional banyak salah menjelaskan dan cenderung merusak isi yang sebenarnya. Ya iyalah yang membuat penjelasan bukan dari pemeluk agamanya.

indo textile
Di ruangan tekstil memajang aneka jenis kain asli dari seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari tenun ikat, batik, songket. Dari sini juga saya tahu kalau tenun gringsing asal desa tengenan karang asem bali adalah salah satu the best di dunia (fakta tertulis lo..). Heran nya saya, sudah 20an tahun hidup di Indonesia baru tahu ada ratusan macam jenis kain dan motifnya, semua bagus bagus, indah indah, bagus coraknya ya bagus juga bahannya. Kalo ditanya apa sebenernya yang di motif itu, ternyata sanagt simpel penjelasannya. motif hewan, motif tumbuhan, motif serangga, tapi kalau sudah ditenun jadinya shopisticated. Sebut saja lagi tenun gringsing, tenun ikat dari flores, songket sumatera. Disimpulkan secara asal asalan, cara pembuatan motif kain ada dengan di tenun (misal tenun ikat, songket, dll), di gambar (misal batik), dan di sulam (misal kain tapis lampung).  Ruang pamer kain saat itu sepi banget, i was the one and only there!

yupa yupanya ini yupa
adityawarman
Di selasar tengah diii oleh artefak sejarah Indonesia. Mulai dari prasasti sampai arca. Dulu saya hanya  melihat semuanyadi gambar dalam buku sejarah karangan pak Wayan badrika (buku sejarah Erlangga), ternyata barang aslinya ada di tempat ini. Sekilas yang langsung saya ajak foto adalah Yupa yang terkenal dari kerajaan kutai. Yupa paling membekas di otak saya akrena kerajaan Kutai selalu menjadi pembuka sejarah Hindu budha, jadi yupa lah yang menjadi gambar prasasti pertama di buku sejarah . Bentuk aslinya berupa batu persegi yang bertulis huruf pallawa (mirip huruf Tamil India). Arca disini banyak sekali, ya tentunya berasal dari zaman kerajaan Hindu Buddha. Dari ribuan arca yang ada (sampe segitu gak ya??), ralat menjadi ratusan arca yang ada bisa dilihat ciri arca Budha atau Hindu. Arca Budha biasanya ada sikap tangan (mudra)  yang khas. Sedangkan arca hindu yang ada di sini umumnya beraliran Siwa seperti Ganesha, Siwa itu sendiri yang ditandai dengan atribut bermata tiga, ular, rambut bergulung keatas, trisula, atau berupa lingga-yoni. Ada juga Durga yang disimbolkan dengan wanita, tengkorak dan simbol peperangan serta kematian. Dari semua itu yang paling menyita lapang pandang adalah Arca Adityawarman, besar tinggi di sentral depan pintu masuk. Ada yang tau siapa Adityawarman?. Beliau adalah keturunan melayu padang-majapahit. Salah satu buktinya, nama museum terkenal di Padang adalah museum Adityawarman .

from the east side
Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa dilihat, ada ruang perunggu yang isinya semua peninggalan dari perunggu seperti nekara yang ukuran sebesar drum oli sampai perhiasan berukuran mini. Ada juga ruangan Thailand yang merupakan kerjasama Kingdom of Thailand dengan RI isinya semua tentang keindahan Thailand dengan wat watnya di bangkok maupun Ayuthaya. Thailand memang punya peran khusus di museum ini. Nama museum nasional ini sendiri kurang populer. Semua orang lebih mengenalnya dengan sebutan museum gajah. Kenapa?? Ya tentu saja karena ada patung gadjah berbahan perunggu berwarna kehijauan berdiri di depan gedung museum ini. Trus hubungannya apa sama Thailand?? Patung ini sumbangan dari raja Chulalongkorn Thailand.

the museum itself
Waktu keluar dari museum ini nyesel juga, ternyata hari ini ada english dan french tour. Sayang sekali gak telat ikut. Lumayan bisa diguide gratis dalam english dan french. Kalo dalam bahasa asing pasti penyampaiannya bakal textbook dan lengkap, dan yang lebih penting ini gratis. Saat melangkah ke jalan raya, liat mbak dan bapak yang foto di depan patung gajah membuat saya keingin-ikutan foto disitu, sayang sekali lagi..saya lagi solo travel jadi males dah minta orang lain buat fotoin. Alhasil saya foto gadjahnya saja.



























Friday, 30 September 2011

Yogyakarta, kingdom of joyful

Yogyakarta masih menjadi salah satu tujuan wisata utama di Indonesia. Dengan datang ke Yogyakarta semua yang anda inginkan dan cari selama ini bisa anda dapatkan sekaligus. Kota paling bersejarah di Indonesia ini juga dikenal sebagai kota pelajar karena jumlah perguruan tingginya yang banyak. Selain itu, kentalnya nuansa budaya menjadikan orang yang datang kesini bisa merasakan nansa keramahnya Asia.



borobudur temple
Dengan datang ke Yogyakarta banyak hal yang dapat dilihat, mulai dari bangunan heritage, event budaya, pemandangan alam yang indah. Siapa yang tidak pernah mendengar Candi Borobudur. Candi buddha terbesar dan termegah di dunia ini dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dari pusat kota, menikmati candi ini paling mengesankan pada pagi hari saat matahari terbit karena sensasi kesakralan dikelilingi pegunungan dan kabut menambah kedamaian dalam hati. Belum lengkap jika belum mengunjungi candi budha di dekatnya yaitu candi mendut yang didalam ada patung budha suci, tempat ritual waisak sebelum menuju borobudur.

buddha inside the mendut temple

prambanan temple
Hanya 15 menit dari bandara sampailah di Candi prambanan, candi hindu tertinggi di dunia yang memiliki arsitektur yang menawan. Cobalah amati relief ramayana yang terpahat didinding candi sambil menikmati agungnya kompleks candi di bawah langit biru. Tidak jauh dari sini, ada candi cantik bernama candi sewu dan candi plaosan yang beraliran budha.

north plaosan temple
sewu temple
Perjalanan anda menelusuri jejak purbakala dapat anda akhiri di candi ratu boko yang terletak diatas bukit. Sungguh sempurna menikmati sunset perak diantara reruntuhan candi. Malam harinya bisa diisi dengan menyaksikan pagelaran sendra tari ramayana yang bergaya klasik sambil menikmati romantisnya malam berlatar candi prambanan.


the gate of ratu boko temple
sendratari ramayanana
Dengan menginjakkan kaki di titik 0 kilometer yogyakarta, tepat di ujung jalan malioboro yang menjadi landmark kota,  naik andong atau becak bisa menjadi pilihan mengasikkan untuk menyelami atmosfer kota Jogja. Ke arah utara anda bisa melihat tugu jogja yang kecil tapi bermakna besar bagi orang jogja. Di titik 0 sendiri anda bisa berkunjung ke Benteng Vredeberg peninggalan belanda, melihat 1 dari 5 istana presiden yang ada di Indonesia, monumen serangan 1 maret dan gedung gedung kolonial.

colonial building at 0 kilometer of jogja
Sedikit ke selatan anda langsung dihadapkan pada keraton yogyakarta, tempat bertahtanya Raja Sri Sultan Hamengkubuwono X. Di alun alun utara keraton, pada maulid nabi diadakan pasar malam sebulan penuh bernama sekatenan, semua barang dan arena bermain  tersedia dan yang paling penting harganya murah meriah. Di sebelah barat keraton ada mesjid bersejarah bernama Mesjid Kauman yang menjadi tempat acara Gerebeg Gunungan yang diiringi pasukan kerajaan, sunggun event yang seru. Gerebeg gunungan ini ada saat  Maulid nabi, idul adha dan idul fitri.
nite market, sakaten celebration
dance show in the keraton
gerebeg gunungan
Sambil bersantai di atas becak, tidak jauh kemudian akan sampai di Taman Sari, tempat mandinya para putri keraton jaman dulu, sekaligus melihat mesjid bawah tanahnya.  Hanya 5 menit dari taman sari sampailah di alun alun selatan, tempat menikmati keakraban yogyakarta yang merakyat sambil mencoba permainan sepeda tandem atau becak. Bagi kamu yang punya mau mencoba tantangan, silakan mencoba permainan masangin, mencoba berjalan melewati celah antara 2 beringin dengan mata tertutup, kalau berhasil melaluinya, dipercaya permohonannya akan dikabulkan. Tapi benar benar tidak semudah yang dilihat, bisa sampai 9 kali anda  belum berhasil.
taman sari water castle
alun alun selatan keraton
Bagi yang suka wisata alam, Jogja juga tidak kalah seru. Mulai dari  pantai parang tritis yang memiliki kontur ladai dengan hamparan pasir hitam yang luas dengan sunset jingga. Deretan pantai pasir putih juga ada diselatan yogyakarta.  Mau lebih dari sekedar bersantai di pantai, anda bisa menjelajah gua gua yang sangat menantang untuk disusuri.
on the beach of jogja
jogja caving site
Anda juga bisa mencoba sensasi cave tubing menyusuri sungai di dalam gua. Ingin menikmati udara dingin, anda bisa mendapatkan di lereng gunung merapi yang baru saja meletus, sambil menyaksikan hamparan debu vulaknik yang sudah memusnahkan desa desa ditempat ini.  Sedikit horror tapi eksotis dan mengagumkan. Bagi yang  ingin memacu adrrenalin bisa mencoba arung jeram di sungai Elo dan kali progo sambil membelah hijaunya pinggiran yogyakarta.


merapi volcano
gain you adrenalin
Jalan jalan rasanya memang tidak lengkap jika tidak membeli oleh oleh. Membeli batik merupakan suatu keharusan kalau ke Jogja. Segala jenis batik dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau bisa kamu dapatkan. Mulai dari baju, celana, rok, tas, topi, sampai sandal batik bisa kamu dapatkan di seputar malioboro dan pasar Beringharjo. Kaos kaos dengan tulisan kocak khas yogyakarta juga bisa dibeli dengan harga supermurah.
pride to wear batik


Bagi penyuka barang seni yang unik bisa membeli lukisan, patung, keris, miniatur sepeda onthel, miniatur becak, andong atau segala macam mainan tradisional juga ada.  Untuk penyuka perhiasan perak juga bisa mendapatkannya di daerah kota gede sambil sekaligus melihat proses pembuatannya.
keris, traditional weapon of indonesia
Setelah puas jalan jalan dan berbelanja, sekarang waktunya mengisi energi dengan makan makanan khas Yogyakarta. Tentu saja yang pertama dipikirkan adalah Gudeg.  Di sepanjang jalan wijilan dekat alun alun utara kamu bisa mencoba segala macam gudeg yang berjejer disana sejak 50 tahun lalu. Dimana pun di yogyakarta mulai dari pagi sampai tengah malam bahkan dini hari sangat gampang mencari penjual gudeg baik di emperan jalan sampai restoran fine dining. Makanya kota Jogja juga dijuluki Kota Gudeg.


gudeg -jogja typical food
Ingin menyelami kuliner termurah meriah ala Jogja, silakan mencoba makan  di angkringan, tempat makan paling bersahaja dan hanya diterangi lampu minyak. atau lesehan yang menawarkan nuansa keramahan Jogja. Ingin merasakan makanan ala keluarga kesultanan, anda bisa coba di resto tepat di bagian belakang keraton. Makanan yang disajikan adalah makanan yang biasa dihidangkan untuk keluarga Raja. Anda bisa merasakan makan malam bercita rasa keluarga kerajaan ditambah suasana klasik jawa yang mententramkan hati.

yummy duck